Tech in Asia telah selesai digelar pekan lalu, event yang menghadirkan lebih dari 200 start up serta 60 investor ini adalah salah forum teknologi  terbesar di Indonesia yang memberikan berbagai pengetahuan seputar teknologi dan perkembangan start- up di Indonesia.

Tidak ketinggalan, team Opera Indonesia juga ikut berpartisipasi di Tech in Asia kali ini. Kami  membagi-bagikan voucher minum kopi untuk para partisipan Tech in Asia yang memiliki  Opera di ponselnya. 

Selain itu  kami  juga kedatangan Christian Uribe, VP of Products dan Product Manager Opera Mini asal Chile yang datang untuk berbagi pengetahuan mengenai mobile browser dan manfaatnya bagi pengguna ponsel di Indonesia. Banyak juga Opera Friends yang ikut berpartisipasi menyambut sesi dengan Christian ini dengan mengirimkan pertanyaan mereka melalui twitter dengan #OperaxTIA. Salah satu Opera Friends yang beruntung bahkan berhak mendapatkan tiket gratis masuk Tech in Asia Jakarta dan gadget keren!

Betulkah mobile browser telah mati ?

Di Tech in Asia, Christian Uribe bersama dengan Tiago Costa Alves dari Aptoide  membawakan sesi  “Is Mobile Browser Dead” dipandu oleh Valerie dari Tech in Asia.

Christian memaparkan bahwa meskipun kini apps development sedang marak di pasaran, perlu diingat bahwa sering kali kapasitas ponsel yang dimiliki oleh pengguna cukup terbatas. Coba Opera Friends tengok jumlah apps di ponselmu, berapa banyakkah apps yang kamu miliki? Dan berapa banyak yang kamu pakai setiap harinya?

Riset dari Morgan Stanley  mengungkapkan bahwa pengguna mobile browser di US jumlahnya dua kali lipat dari pengguna apps. Alasannya sederhana, para pengguna ponsel  sangat selektif dengan apps apa saja yang akan didownload dan disimpan di ponselnya. Salah satu apps yang pasti dimiliki di ponsel dan paling sering digunakan tentunya adalah mobile browser.

Oleh karena itu Christian menolak jika dikatakan bahwa mobile browser kini telah mati. Sebagai gambaran singkat, ada 30 juta pengguna Opera Mini di Indonesia. Ini artinya para pelaku bisnis start up memiliki peluang yang sangat besar untuk memasarkan konten dan produknya melalui mobile browser.

Perlukah start-up berinvestasi pada  apps?

Hal lain yang disampaikan oleh Christian adalah diperlukan biaya yang cukup besar dan waktu yang cukup lama bagi developer atau sebuah perusahaan start up untuk membuat apps. Tentunya bagi perusahaan start-up waktu dan investasi adalah hal yang sangat berharga, oleh karena itu Christian menyarankan sebagai tahap awal sebaiknya start up fokus terlebih dahulu untuk mengoptimalkan tampilan website nya agar bisa diakses di mobile browser.

Ketika engagement dengan pengguna sudah terjalin dan traffic ke website telah meningkat barulah tiba saatnya untuk meningkatkan user experience dengan membuat apps. Selain itu, dengan kondisi jaringan di Indonesia yang seringkali tidak stabil, mobile browser yang dapat mengkompresi data dan memaksimalkan tampilan website akan sangat membantu bagi start ups untuk memasarkan konten dan produknya.

Selain itu, Christian juga mengungkapkan senjata rahasia yang dapat mempermudah developers atau start ups yang ingin memberikan  user experience layaknya apps. Masih ingat installable web apps yang ada di update Opera untuk Android baru-baru ini? Dengan hanya mengganti beberapa baris dalam coding tampilan website, kini sebuah situs bisa memiliki tampilan layaknya native apps. Kalau kamu tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai installable web apps ini, pelajari lebih lanjut di link ini.

Hal ini tentunya akan menjadi solusi yang digemari baik bagi para pengguna ataupun para pengembang apps!

Untuk Opera Friends yang ketinggalan sesi dengan Christian Uribe di Tech in Asia kemarin, yuk follow twitter @opera_id untuk terus update dengan kegiatan-kegiatan seru Opera yang bisa membuat kamu #DoMore!

Related Posts

Back to top